
Siapa orang nomor 1 indonesia..? tunggu hasil nya hari ini…!!!

SBY – Boediyono KAH…?
Mega – Prabowo KAH…?
Jusuf Kalla – Wiranto KAH..?
SBY-Boediono
Pasangan Incumbent SBY adalah Boediandukono yang seorang ekonom yang pernah menjadi gubernur BI dan juga menteri kabinet Indonesia bersatu. SBY terkesan mengulur waktu dengan alasan memilih membutuhkan pemikiran dan juga mempertimbangkan kepentingan Indonesia yang akan datang sehingga tidak boleh cepat-cepat.
Pasangan ini diprediksi akan menjadi yang terkuat dengan dukungan suara PD 20%, PKS 8%, PAN 6%, PKB dan PPP masing-masing 5%. Melihat kekuatan yang ada tidak salah jika pasangan ini lebih diunggulkan.
JK-WIN
Yang pertama adalah pasangan Jusuf Kalla – Wiranto yang menggunakan jargon ball “lebih cepat, lebih baik”. Mereka mengusung jargon ini diikuti dengan action langsung oleh JK dengan mengunjungi para tokoh ulama di Pulau Jawa.
Jusuf Kalla - Wiranto berasal dari Golkar dengan 14% suara dan Hanura 4% suara. Pasangan ini akan mengandalkan lobi militer dari Wiranto dan kekuatan basis sosial massa Golkar di daerah.
Jend. TNI Purn. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono
Jend. TNI Purn. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono (lahir di Tremas, Arjosari, Pacitan, Jawa Timur, Indonesia, 9 September 1949; umur 59 tahun) adalah pensiunan jenderal militer Indonesia dan Presiden Indonesia ke-6 yang terpilih dalam pemilihan umum secara langsung oleh rakyat pertama kali. Yudhoyono menang dalam pemilu presiden September 2004 melalui dua tahapan pemilu presiden atas kandidat Presiden Megawati Sukarnoputri. Ia mulai menjabat pada 20 Oktober 2004 bersama Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden.
Yudhoyono yang dipanggil Sus oleh orang tuanya dan populer dengan panggilan SBY, melewatkan sebagian masa kecil dan remajanya di Pacitan. Melalui amandemen UUD 1945 yang memungkinkan presiden dipilih secara langsung oleh rakyat, ia kemudian terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia pertama pilihan rakyat. Ia menjadi presiden Indonesia keenam setelah dilantik pada 20 Oktober 2004 bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla. Karier militernya terhenti ketika ia diangkat Presiden Abdurrahman Wahid sebagai Menteri Pertambangan dan Energi pada tahun 1999 dan tampil sebagai salah seorang pendiri Partai Demokrat. Pangkat terakhir Susilo Bambang Yudhoyono adalah Jenderal TNI sebelum pensiun pada 25 September 2000. Selama di militer lebih dikenal sebagai Bambang Yudhoyono.
Keunggulan suaranya dari Presiden sebelumnya, Megawati Soekarnoputri pada pemilu 2004 membuatnya terpilih sebagai kepala negara Indonesia. Dalam kehidupan pribadinya, Ia menikah dengan Kristiani Herawati yang merupakan anak perempuan ketiga Jenderal (Purn) Sarwo Edhi Wibowo (alm), komandan RPKAD (kini Kopassus) yang turut membantu menumpas Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1965.
Isteri : Kristiani Herawati
Anak : Dua orang
Pendidikan :
* 1973 : Akademi Angkatan Bersenjata RI (Akbar)
* 1976 : American Language Course, Lackland, Texas-AS
* 1976 : Airbone and Ranger Course, Fort Benning-AS
* 1982 – 1983 : Infantry Officer Advanced Course, Fort Benning – AS
* 1983 : On the job training di 82-nd Airbone Division, Fort Bragg-AS
* 1983 : Jungle Warfare School, Panama
* 1984 : Antitank Weapon Course di Belgia dan Jerman
* 1985 : Kursus Komando Batalyon
* 1988 – 1989 :
- Sekolah Komando Angkatan Darat
- Command and General Staff College, Fort Leavenwort, Kansas – AS
- Master of Art (MA) dari Management Webster University, Missouri
* 2004 : Doctorate (Dr) Institut Pertanian Bogor, Indonesia
Riwayat Pekerjaan:
* 2004 – sekarang : Presiden Republik Indonesia
* 10 Agustus 2001 – 12 Maret 2004 : Menko Polkam, Kabinet Gotong Royong
* 26 Oktober 2000 – 01 Juni 2001 : Menko Polsoskam, Kabinet Persatuan Nasional
* 20 Oktober 1999 – 26 Agustus 2000 : Mentamben, Kabinet Abdurrahman Wahid
* 16 Februari 1998 – November 1998 : Kepala Staf Sosial Politik (Kasospol) ABRI
* 23 Agustus 1996 – 26 Agustus 1997 : Panglima Kodam II Sriwijaya
* Maret 1996 – Agustus 1996 : Kepala Staff Kodam Jaya
* November 1995 – November 1996 : Kepala Pengamat Militer PBB di Bosnia dari UNPF (United Nation Peace Force)
* 1994 – 1995 : Komandan Korem Pamungkas 072 Yogyakarta
* 1994 : Assisten Operasi Kodam Jaya
* 1993 : Komandan Brigade Infantry 17, Kujang I Kostrad
Penghargaan :
* 1973 : Lencana Adi Mahakarya dari Presiden Republik Indonesia sebagai Lulusan Terbaik Akabri
* 1983 : Honorour Graduated IOAC, USA
* 2003 : Tokoh Berbahasa Lisan Terbaik
Pangkat Terakhir :
* Jenderal TNI, 25 September 2000, Pensiun 10 November 2000
Diah Permata Megawati Setiawati Soekarnoputri
Diah Permata Megawati Setiawati Soekarnoputri (lahir di Yogyakarta, , 23 Januari 1947; umur 61 tahun) adalah Presiden Indonesia dari 23 Juli 2001 – 20 Oktober 2004. Ia merupakan presiden wanita pertama dan presiden kelima di Indonesia. Namanya cukup dikenal dengan Megawati Soekarnoputri. Pada 20 September 2004, ia kalah dalam tahap kedua pemilu presiden 2004. Ia menjadi presiden setelah MPR mengadakan Sidang Istimewa pada tahun 2001. Sidang Istimewa MPR diadakan dalam menanggapi langkah Presiden Abdurrahman Wahid yang membekukan lembaga MPR/DPR dan Partai Golkar. Ia dilantik pada 23 Juli 2001. Sebelumnya dari tahun 1999-2001, ia adalah Wakil Presiden.
Puteri Presiden Soekarno ini lahir dan dibesarkan di tahun-tahun awal kemerdekaan RI. Ketegasan Presiden Soekarno dalam memilah antara kepentingan keluarga dan kepentingan pribadi (keluarga) menyebabkan mbak Mega hidup dan dibesarkan serta bergaul tidak ubahnya seperti masyarakat biasa. Fasilitas yang didapat mbak Mega selaku Puteri Presiden RI hanya pada sisi pengamanan. Fasilitas yang didapat ini justru dianggap sebagai penghalang dalam menjalin pergaulan mbak Mega di masa remaja beliau. Pola pendidikan mental yang demikian didasari oleh keyakinan Presiden Soekarno bahwa jabatan Presiden RI bukanlah jabatan yang kekal, suatu saat akan tiba waktunya dia harus melepaskan kepada generasi yang lebih muda, sehingga sangat besar harapan Presiden Soekarno agar putera-puterinya menjadi sebuah pribadi yang mandiri, lepas dari bayang-bayang beliau sebagai Proklamator dan Presiden RI Pertama. Presiden Soekarno menginginkan Megawati tampil sebagai Megawati, dan menorehkan sejarah dengan tinta emas di tangan Megawati bukan di bawah “bendera Soekarno”. Perjalanan panjang dalam dunia politik membuat Megawati melupakan konsep dasar kepemimpinan yang telah diajarkan oleh bung Karno.
Megawati semakin asyik mencitrakan dirinya sebagai Soekarno II di Republik ini. Hal ini justru berdampak pada hilangnya jati diri dan kemampuan yang dimilikinya sebagai sosok Megawati.
Berlindung di balik kebesaran nama Bung Karno merupakan salah satu strategi politik Megawati dalam menarik simpati masa terutama para kawula muda yang akhir-akhir ini begitu merindukan kembalinya figur bung Karno dalam kepemimpinan nasional, tapi di lain sisi menimbulkan kesan adanya rasa “kurang percaya diri” dari Megawati atas kemampuan yang dimilikinya sebagai sosok Megawati.
Hal ini berdampak pada kurangnya kepercayaan sebagian masyarakat kepada dirinya. Tak ada seorang pun yang rela menyerahkan kepemimpinan negeri ini kepada seseorang yang “tidak memiliki rasa percaya diri.”
Rasa percaya diri merupakan modal utama seorang Presiden untuk mengambil sebuah keputusan penting. Tanpa adanya rasa percaya diri ini maka seorang Presiden hanya akan menjadi boneka dan corong pihak-pihak lain yang tidak bertanggung jawab.
Kecenderungan lain dari seseorang yang tidak memiliki rasa percaya diri adalah tidak mampunya untuk berkata “Engkau baik tetapi aku lebih baik” yang mampu dia katakan hanyalah “Engkau jelek tetapi aku baik.” Makna yang terkandung di dalamnya adalah dia hanya mampu melebihi kapasitas orang jelek, tetapi tidak mampu melakukan sesuatu yang lebih baik dari kebaikan yang telah dilakukan oleh pihak lain.
Pada koridor yang demikianlah sebenarnya hakekat seseorang yang selalu menghujat kekurangan pihak lain. Dalam hal ini pihak yang tengah berkuasa. Dengan adanya fakta di atas semua permasalahan kembali kepada semua elemen bangsa ini. Figur seperti apa yang akan diberi amanah memimpin negeri ini di masa mendatang.
Suami : Taufik Kiemas
Anak : Tiga orang.
Pendidikan:
* SD Perguruan Cikini Jakarta, (1954-1959)
* SLTP Perguruan Cikini Jakarta, (1960-1962)
* SLTA Perguruan Cikini Jakarta, (1963-1965)
* Fakultas Pertanian UNPAD Bandung (1965-1967).
* Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (1970-1972).
Riwayat Pekerjaan
* Anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (Bandung), (1965)
* Anggota DPR-RI, (1993)
* Anggota Fraksi DPI Komisi IV
* Ketua DPC PDI Jakarta Pusat, Anggota FPDI DPR-RI, (1987-1997)
* Ketua Umum PDI versi
* Munas Kemang (1993-sekarang) PDI yang dipimpinnya berganti nama menjadi PDI Perjuangan pada 1999-sekarang
* Wakil Presiden Republik Indonesia, (Oktober 1999-23 Juli 2001)
* Presiden Republik Indonesia ke-5, (23 Juli 2001-2004)
Pengalaman Organisasi:
* Aktivis GMNI, 1965-1972
* Ketua Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Cabang Jakarta Pusat
* Ketua Umum DPP PDI, 1993-1998.
* Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, 1998 sampai sekarang.
Pengalaman Pekerjaan:
* Anggota DPR/MPR periode 1987-1992, 1992-1997, 1999, Pimpinan Fraksi PDI dan Anggota BKSAP DPR.
* Wakil Presiden Republik Indonesia, 1999-2002.
* Presiden Republik Indonesia, 2002-2004.
Lain-Lain :
* Pembicara SESKOAD, SESKOGAB, SESKOAU, tahun 1994-1996.
* Peserta Konferensi Wanita Islam International di Pakistan, tahun 1994.
* Mengikuti Konferensi Intern Parliamentary Union.
M. Jusuf Kalla
Tempat dan Tanggal Lahir : Watampone-Sulawesi Selatan, 15 Mei 1942
Agama : Islam
Status Pernikahan : Menikah
Nama Istri : Ny. Mufidah Jusuf
Jumlah Anak : Lima orang
Pekerjaan : Wakil Presiden Republik Indonesia (2004-2009)
Riwayat Pendidikan :
* Fakultas Ekonomi, Universitas Universitas HasanudinMakassar, 1967
PENGALAMAN ORGANISASI :
* Mahasiswa
(1964-1966) Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNHAS
(1965-1966) Ketua Umum HMI Cabang Makassar
(1966-1968) Ketua umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia Sulsel
* Profesi
(1985-1997) Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulsel
(1997-2002) Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia
(1985-1995) Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi (ISEI) Sulsel
(1987-2000) Wakil Ketua ISEI Pusat
(2000-sekarang) Penasehat ISEI
(1990-sekarang) Ketua Umum Ikatan Alumni UNHAS Makassar
* Sosial/Pendidikan
(1975-1995) Ketua Yayasan Universitas Muslim Indonesia, Makassar
(1975-sekarang) Ketua Perguruan Islam Datumuseng Makassar
(1980-sekarang) Anggota Dewan Penyantun UNHAS, IAIN, IKIP Makassar
(1982-sekarang) Ketua Umum Yayasan Pendidikan Hadji Kalla
(1990-sekarang) Ketua Umum Yayasan Pendidikan Al Gazali Makassar
(2002-2006) Anggota Wali Amanat IPB Bogor
(2004-sekarang) Dewan Penyantun Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan
Ketua Umum Antar Agama Sulsel
PENGALAMAN PEKERJAAN:
* Pemerintahan
(1999-2000) Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI
(2001-2004) Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat RI
* Legislatif
(1965-1968) Anggota DPRD Sulawesi Selatan
(1982-1987) Anggota MPR RI Utusan Golkar
(1987-1992) Anggota MPR RI Utusan Golkar
(1992-1997) Anggota MPR RI Utusan Daerah
(1997-1999) Anggota MPR RI Utusan Daerah
* Golkar
(1965-1968) Ketua Pemuda Sekber Golkar Sulawesi Selatan
(1978-1999) Anggota Dewan Penasihat DPD Golkar Sulsel
(1999-2004) Anggota Dewan Penasihat DPP Golkar Sulsel
(2004-sekarang) Ketua Umum DPP Partai Golkar
* Dunia Usaha
(1966-2001) Direktur Utama CV. Hadji Kalla
(1969-2001) Direktur Utama PT. Bumi Karsa
(1988-2001) Komisaris Utama PT. Bukaka Teknik Utama
(1988-2001) Direktur Utama PT. Bumi Sarana Utama
(1993-2001) Direktur Utama PT. Kalla Inti Surya
(1995-2001) Komisaris Utama PT. Bukaka Singtel International
PENGHARGAAN :
(2007) Doktor Honoris Causa dari Universitas Malaya
(2009) Doktor Honoris Causa dari Universitas Soka, Jepang
(2009) Menerima Tanda Kehormatan “Commander Del’ Odre de Leopold” dari Kerajaan Belgia
Jenderal (Purn) Wiranto
Wiranto (lahir di Solo, 4 April 1947; umur 61 tahun [1]) adalah seorang politikus Indonesia. Wiranto menjabat Panglima TNI periode 1998-1999. Ayahnya, RS Wirowijoto adalah seorang guru sekolah dasar, dan ibunya bernama Suwarsijah. Pada usia sebulan, Wiranto dibawa pindah oleh orang tuanya ke Surakarta akibat agresi Belanda yang menyerang kota Yogyakarta. Di Surakarta inilah ia kemudian bersekolah hingga menamatkan Sekolah Menengah Pertama.
Istri : Hj. Uga Usaman, SH., M.Si
Anak : Tiga orang
Pendidikan Formal
* SD Tahun 1959
* SMP Tahun 1962
* SMA Tahun 1965
* Akademi Militer Nasional Tahun 1968
* Universitas Terbuka (Fak. Ilmu Sosial & Politik) Tahun 1995
* Perguruan Tinggi Ilmu Hukum Militer Tahun 1996
Kursus/Pelatihan
* Sussarpara Tahun 1968
* Sussarcab Infantri Tahun 1969
* Susjursar Tahun 1972
* Suslapa Infantri Tahun 1976
* Suspabinlatsat Tahun 1984
* Seskoad Tahun 1984
* Lemhanas Tahun 1995
Pengalaman Jabatan
* Dan To 1/C Yonif 713 DAM XIII TMT 01-11-69
* Wadan Kima Yonif 713 DAM XIII TMT 01-01-71
* Kasi – 1 Yonif 713 DAM XIII TMT 01-01-72
* Dan Kima Yonif 713 DAM XIII TMT 01-01-73
* Kasi – 4 Yonif 713 DAM XIII TMT 01-04-75
* Kasi – 2 Brigif L-18 Kostrad TMT 01-03-78
* Dan Yonif – 713 DAM XIII/MDK TMT 14-04-80
* Dan Yonif – 713 DAM XIII/MDK TMT 01-07-82
* Karotiknik Dirbang Pusif TMT 01-07-83
* Kadep Wilnik Pusif TMT 01-05-84
* Kas Brigif – 9 Kostrad TMT 01-05-85
* Waasops Kas Kostrad TMT 01-08-87
* Asops Kasidivis – 2Kostad TMT 15-08-88
* Ajudan Presiden RI TMT 01-10-89
* Kas Dam Jaya TMT 25-03-93
* Pangdam Jaya TMT 01-11-94
* Pangkostrad TMT 01-03-96
* Kasad TMT 07-06-97
* Pangab TMT 11-02-98
* Menhankam/Pangab TMT 16-03-98
* Menkopolkam TMT 29-10-990
* Ketua Dewan Eksekutif IDe Indonesia 2000- Sekarang
* Ketua Umum DPP Partai Hanura 2006- Sekarang
Tanda Jasa/Penghargaan
* BT. Mahaputra Adipradana
* BT. Dharma
* BT. Yudha Dharma Utama
* BT. Kartika Eka Paksi Utama
* BT. Jalasenasa Utama
* BT. Swa Buana Paksa Utama
* BT. Bhayangkara Utama
* BT. Yudha Dharma Nararya
* BT. Kartika Eka Paksi Pratama
* BT. Veteran Timur Tengah
* BT. Kehormatan dari Spanyol
* BT. Kehormatan dari Australia
* BT. Kehormatan dari Belanda
* BT. Pingat Jasa Gemilang dari Singapura
* BT. Kehormatan Darjah Paduka Keberanian Laila Terbilang (DPKT) dari Brunai Darusallam
* BT. Darjah Panglima Mangku Negara (PMN) dari Pemerintah Malaysia
* BT. Kesetiaan XXIV Tahun
* BT. Penegak g-30-S/PKI
* BT. Seroja
* BT. Wirakarya
* BT. Dwija Sistha
* Manggala/Wirakarya Kencana
Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo
Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo (lahir di Jakarta, 17 Oktober 1951; umur 57 tahun) adalah mantan Danjen Kopassus dan menantu dari mantan Presiden Indonesia Soeharto. Prabowo adalah calon wakil presiden dalam pemilu presiden Republik Indonesia 2009 dari Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA).
Prabowo Subianto
Tempat/ Tanggal Lahir : Jakarta, 17 Oktober 1951
Agama : Islam
Status Perkawinan : Pernah Kawin.
Istri : Ny Siti Hediati
Anak : Satu orang
Pekerjaaan:
* Pengusaha
Riwayat Pendidikan:
* SD di Hongkong.
* SMP di Zurich.
* SMA: American School In London, U.K. (1968)
* Akabri Darat Magelang (1970-1974)
* Sekolah Staf Dan Komando TNI-AD
* Akademi Militer (Akmil) 1974
Pengalaman Pekerjaan:
* Danjen Kopassus (1996-1998)
* Pangkostrad (1998)
* Presiden dan CEO PT Nusantara
Pengalaman Organisasi:
* Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) 2004-Sekarang.
* Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia raya (Gerindra)
Dr. Boediono
Lahir : Blitar, Jawa Timur, 25 Februari 1943
Agama : Islam
Isteri : Herawati
Anak : Dua orang
Pendidikan :
* S1 : Bachelor of Economics (Hons.), University of Western Australia (1967)
* S2 : Master of Economics, Monash University, Melbourne, Australia (1972)
* S3 : Doktor Ekonomi Bisnis Wharton School University of Pennsylvania, Amerika Serikat (1979)
Pekerjaan :
* Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada
* Direktur III Bank Indonesia Urusan Pengawasan BPR (1996-1997)
* Direktur I Bank Indonesia Urusan Operasi dan Pengendalian Moneter (1997-1998)
* Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas Kabinet Reformasi Pembangunan (1998-1999)
* Menteri Keuangan Kabinet Gotong Royong (2001-2004)
* Menteri Koordinator bidang Perekonomian menggantikan Aburizal Bakrie pada Reshuffle I Kabinet Indonesia Bersatu (2005-2009)
Harta Kekayaan
Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden peserta Pilpres 2009 telah menyerahkan Daftar Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun KPK baru akan mengumumkan secara resmi kepada publik pada 25 Mei 2009. Berapa kekayaan mereka?
Berikut data kekayaan capres yang bersumber dari data LHKPN di KPK berdasarkan laporan sebelumnya.
Harta Kekayaan Calon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono:
Harta tidak bergerak terdiri dari enam bidang tanah dan bangunan senilai Rp 2.98 miliar.
Harta Bergerak: Alat transportasi dan mesin lain sebesar Rp 509,5 juta, harta bergerak lain senilai Rp 151,6 juta.
Giro dan setara kas lain Rp 3,49 miliar (ditambah US$44.887) yang berasal dari hasil sendiri.
Total kekayaan SBY sebesar Rp 7,14 milyar dan US$44.887
Harta Kekayaan Calon Presiden Jusuf Kalla:
Harta tidak bergerak, terdiri dari tanah dan bangunan sebanyak 50 bidang di Makassar dan Kendari sebesar Rp 80,3 miliar.
Harta bergerak yang terdiri dari tiga mobil senilai Rp 300 juta.
Harta Kekayaan Calon Presiden Megawati Soekarnoputri:
Harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan sebesar Rp 36,51 miliar.
Harta bergerak berupa alat transportasi senilai Rp 2.20 miliar terdiri dari 29 mobil dan motor.
Harta bergerak lain senilai Rp 32,77 miliar, terdiri dari logam mulia, batu mulia dan barang antik.
Surat berharga senilai Rp 22,55 miliar.
Total harta kekayaan Megawati sebesar Rp 86,26 miliar
Sedangkan kekayaan Megawati sampai 30 Mei 2005 sebesar Rp 105,8 miliar. Jumlah itu terdiri dari Rp 71,5 miliar berupa harta tak bergerak dan bergerak, Rp 22,5 miliar surat berharga, dan Rp 11,8 miliar giro serta rakas.
Harta Kekayaan Calon Wakil Presiden Prabowo Subianto:
Uang tunai Rp 28 miliar.
Asset bergerak dan tak bergerak lain senilai Rp 1,42 triliun. Asset bergerak dan tak bergerak yang dimiliki Prabowo, antara lain 27 perusahaan di bidang perkebunan, pertambangan, dan peternakan, serta 90 ekor kuda.
Total kekayaan Prabowo Rp 1,57 triliun.
Harta Kekayaan Calon Wakil Presiden Wiranto:
Sampai tahun 2007 yang dilaporkan ke KPK, jumlah kekayaannya adalah Rp 46,5 miliar.
Harta Kekayaan Calon Wakil Presiden Boediono:
Harta tidak bergerak sebesar Rp 5,8 miliar.
Surat berharga dan lain-lain senilai Rp 12,86 miliar.
Total harta Boediono senilai Rp 18,66 miliar.

