Ngangkrang,
Lagi lagi..Pantai Kukup yang ada di Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Gunung Kidul menelan korban jiwa pada hari minggu tanggal 9 November 2008. Korban meninggal adalah wisatawan asal Kebon Timun, Kringan, Boyolali. Agus Kuncoro salah satu korban ditemukan oleh tim SAR ( Search And Rescue ) tanpa selembar benangpun melekat di tubuhnya, kemudian jasadnya di bawa kerumah duka pada hari senin tanggal 10 November 2008. Keluarga dan kerabatnya sangat syok mengetahui apa yang terjadi pada Agus Kuncoro, ibunda Agus ( siti Komsiah ) masih syok menerima kenyataan puteranya meninggal dunia dengan sangat mendadak tersebut. Siti hanya berdiam di kamarnya dan tak kuasa untuk bertemu dengan orang-orang yang datang ke rumahnya. Ibunda Agus masih syok menerima kenyataan puteranya meninggal dunia dengan sangat mendadak tersebut. Siti hanya berdiam di kamarnya dan tak kuasa untuk bertemu dengan orang-orang yang datang ke rumahnya.
Menurut cerita seorang teman korban kepada tim Ngangkrang, pada saat para remaja itu bermain bola di pinggir pantai, tiba – tiba datang ombak setinggi 3 meter, padahal cuaca hari itu sangat cerah alias tidak mendung….mereka pun asik bermain tanpa ada perasaan aneh sedikitpun…kemudian para remaja itu terseret ombak, mereka sempat berpegangan tangan satu dengan yang lain. Karena ombak yang besar, pegangan merekapun lepas ada yang selamat kepinggir pantai dan ada yang terus ketengah terseret ombak. Sungguh malang nasib mereka…!!!!
Disisi lain Budi Raharjo masih berumur 17 tahun merupakan salah satu siswa di SMK Muhammadiyah 4 Boyolali, Ibunda Budi Raharjo ( Mamik ) sangat terpukul sekali karena merupakan anak satu satunya dan jasadnya sampai saat ini belum ditemukan. Dimata orang tua budi merupakan anak yang baik da berbakti kepada orang tuanya, Budi biasa membantu orang tuanya berjualan nasi bungkus di Terminal Sunggingan Boyolali, Budipun tak segan dak malu membawa nasi bungkus buatan ibunya untuk dijual di kantin sekolahanya.
Malam sebelum dia berangkat ke pantai bersama teman remajanya di kampung, Budi sempat membantu membawa batu bata yang digunakan sebagai tempat masak di dapur. Lalu tiba-tiba dia memeluk sang ayah. Padahal sebelumnya dia tidak biasa melakukan ini.
Bagi pembaca, apa yang bisa kita ambil dari kejadian ini..? kita harus selalu berhati – hati dan waspada akan sesuatu yang akan menimpa kita. Bukan hanya di pantai saja, yang pasti kita selalu menjaga diri dimanapun kita berada..! Semoga semua ini tidak terjadi pada anggota keluarga yang lain….dan kita do’akan semoga arwah para korban ombak pantai Kukup ini diterima disisi Allah swt…dan jasad Budi Raharjo dapat segera ditemukan…AMIN..!!!!!

